sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dorong Kinerja Jadi Positif, Kusuma Kemindo (KKES) Optimistis Capai Target 2026

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
24/06/2026 20:59 WIB
Sedangkan untuk laba bersih, tercatat sebesar Rp44 juta pada triwulan I-2026, berbalik untung dari posisi rugi sebesar Rp1,42 miliar pada triwulan I-2025 lalu.
Dorong Kinerja Jadi Positif, Kusuma Kemindo (KKES) Optimistis Capai Target 2026 (foto: iNews Media Group)
Dorong Kinerja Jadi Positif, Kusuma Kemindo (KKES) Optimistis Capai Target 2026 (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) membukukan nilai penjualan sebesar Rp51,64 miliar dalam tiga bulan pertama 2026, tumbuh sekitar 8,2 persen dibanding realisasi penjualan pada triwulan I-2025 yang sebesar Rp47,73 miliar.

Segmen Paint, Coating, Ink, Thinner, Plastic & Resin menjadi kontributor terbesar dengan porsi 39,3 persen dari total penjualan, diikuti segmen Adhesive, Textile, Rubber, Foam & Sole sebesar 31,2 persen.

Sementara, segmen Food & Drink berkontribusi sebesar 11,4 persen, dengan segmen lainnya turut memberikan kontribusi yang memperkuat struktur pendapatan Perseroan.

"Capaian pertumbuhan (penjualan) tersebut menunjukkan aktivitas industri domestik yang terus membaik. Seiring meningkatnya tingkat produksi pelanggan di berbagai sektor, permintaan terhadap bahan baku yang kami distribusikan juga mengalami peningkatan sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan," ujar Direktur Utama KKES, Kiki Rusmin Sadrach, dalam keterangan resminya, Selasa (24/6/2026).

Dari capaian pendapatan tersebut, menurut Kiki, pihaknya berhasil menyisihkan nilai laba bruto sebesar Rp7,4 miliar, atau tumbuh sebesar 11,8 persen, untuk perbandingan periode yang sama.

Sedangkan untuk laba bersih, tercatat sebesar Rp44 juta pada triwulan I-2026, berbalik untung dari posisi rugi sebesar Rp1,42 miliar pada triwulan I-2025 lalu.

Per 31 Maret 2026, total aset Perseroan tumbuh 6,4 persen secara year-to-date menjadi Rp138,09 miliar, dibandingkan Rp129,78 miliar pada akhir 2025. Tren peningkatan terutama ditopang oleh kenaikan piutang usaha dan persediaan yang mencerminkan bertumbuhnya aktivitas penjualan serta kebutuhan modal kerja untuk mendukung ekspansi bisnis.

Di lain pihak, posisi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp756 juta, menurun 17,3 persen dibanding posisi akhir 2025. Penurunan tersebut sejalan dengan penggunaan modal kerja untuk mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan bisnis selama periode berjalan.

Sementara, total liabilitas Perseroan meningkat 12,2 persen menjadi Rp75,92 miliar dibanding posisi akhir tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama berasal dari peningkatan liabilitas jangka pendek sebesar 14,1 persen, yang didorong oleh bertambahnya utang bank jangka pendek dan utang usaha guna mendukung kebutuhan operasional dan modal kerja.

Sementara, liabilitas jangka panjang relatif stabil dengan penurunan sebesar 1,9 persen, terutama seiring menurunnya liabilitas imbalan kerja. Pada saat yang sama, total ekuitas tetap terjaga pada level Rp62,17 miliar, yang mencerminkan fundamental permodalan yang sehat. 
Dengan demikian, rasio debt-to-equity (DER) tercatat sekitar 1,22 kali, yang masih berada pada tingkat yang dapat dikelola dan sejalan dengan karakteristik industri distribusi bahan baku dan kimia.

"Selain itu, current ratio sebesar 1,62 kali menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tetap berada pada level yang sehat," ujar Kiki.

Dengan berdasarkan tren kinerja positif di triwulan I-2026 lalu tersebut, Kiki pun mengaku optimistis Perseroan bakal mampu merealisasikan target-target kinerja yang telah disusun untuk kinerja di 2026 ini.

Terlebih, per 1 Mei 2026 lalu, KKES juga baru saja ditunjuk sebagai distributor Tunggal oleh BASF untuk produk Asam Format di wilayah pulau Jawa dan sekitarnya yang mempunyai pangsa pasar terbesar.

"Seperti kita tahu, BASF adalah salah satu produsen kimia terbesar di dunia asal Jerman. Di tengah berbagai dinamika global dan domestik, termasuk perkembangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta perubahan kondisi pasar, Perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan strategi bisnis. Perseroan akan terus memperkuat penetrasi pasar, menjaga efisiensi operasional, serta mengoptimalkan peluang pertumbuhan di berbagai segmen industri," ujar Kiki.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement