Arus kas ZATA juga meningkat, tercermin dari arus kas dari aktivitas operasional yang naik 141 persen menjadi Rp28,7 miliar di kuartal I-2026. Capaian tersebut terdongkrak penerimaan kas dari pelanggan yang naik 25 persen menjadi Rp80,5 miliar, sedangkan pembayaran kepada pemasok turun 14 persen menjadi Rp30 miliar.
Kondisi tersebut membuat kas dan setara kas ZATA dalam tiga bulan awal bertambah Rp24 miliar. Hingga 31 Maret 2026, posisi kas dan setara kas mencapai Rp31,6 miliar.
Pada periode yang sama, ZATA juga mencatat utang berbunga sebesar Rp51,3 miliar. Sementara itu ekuitas perseroan mencapai Rp367,7 miliar.
Saham ZATA bertengger di level Rp50 per saham dengan valuasi Rp467 miliar. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan suspensi atas saham ZATA karena belum menyampaikan laporan keuangan dan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
(Rahmat Fiansyah)