Sepanjang 2025, Elnusa mencatat kinerja keuangan yang solid di mana pendapatan usaha tercatat sebesar Rp14,5 triliun, tumbuh 8 persen secara tahunan. Capaian ini mencerminkan konsistensi transformasi bisnis melalui upaya penguatan operasional, efisiensi berkelanjutan, dan pengelolaan risiko yang disiplin di tengah dinamika industri energi.
Sementara itu, EBITDA Elnusa sepanjang 2025 mencapai Rp1,5 triliun. Sementara laba bersih anak usaha PT Pertamina (Persero) itu mencapai Rp718 miliar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Elnusa terus memperkuat daya saing melalui investasi pada teknologi, modernisasi peralatan, digitalisasi proses bisnis, serta pengembangan solusi energi bernilai tambah tinggi. Berbagai inovasi seperti In-Line Inspection (ILI), Hydraulic Fracturing, Pertasolven, hingga pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) yang menjadi bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang pasar.
Elnusa juga terus memperkuat posisinya di pasar internasional melalui keberhasilan pelaksanaan proyek survei seismik maritim di Thailand serta pengembangan pasar di kawasan Afrika Utara. Langkah ini membuka peluang pertumbuhan baru sekaligus memperluas basis pendapatan perseroan di luar pasar domestik.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji menyampaikan, peningkatan dividen tahun ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis perseroan ke depan. Dia menilai, kebijakan dividen ini menunjukkan kemampuan Elnusa dalam menghasilkan kinerja yang sehat sekaligus menjaga ruang pertumbuhan.