IDXChannel - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mempercepat pembangunan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) fase 2 di Tambang Emas Pani, Gorontalo, untuk menggandakan kapasitas produksi emas menjadi 500.000-700.000 ons per tahun setelah kedua fasilitas beroperasi penuh.
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin, mengatakan, penambahan fasilitas CIL kedua akan meningkatkan kapasitas gabungan dari sebelumnya 250.000–350.000 ons per tahun. Langkah ini dilakukan seiring dengan percepatan pembangunan fasilitas CIL fase 1 yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.
"Proyek CIL fase 1 mengalami kemajuan yang baik pada aspek rekayasa teknis, pengadaan, dan konstruksi. Dengan merancang pabrik yang dapat menyangga penambahan kapasitas, kami telah mengamankan target hasil produksi yang direncanakan sekaligus menyediakan ruang untuk terus meningkatkannya," ujar Boyke dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).
Fasilitas CIL fase 1 dirancang memiliki kapasitas pemrosesan 12 juta ton per tahun (Mtpa), dengan potensi peningkatan kapasitas hingga 20 persen atau mencapai 14,4 juta ton per tahun. Sementara itu, fasilitas CIL fase 2 akan dibangun dengan skala yang setara untuk menggandakan kapasitas pemrosesan tambang.
Boyke mengatakan, pembangunan fasilitas kedua diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi emas sekaligus mempercepat realisasi arus kas pada masa mendatang. Pengembangan bertahap tersebut juga ditujukan untuk memperkuat posisi tambang emas Pani sebagai tambang emas berskala besar.
Saat ini, konstruksi CIL fase 1 terus berjalan. Perseroan telah menyelesaikan rekayasa dasar, memajukan rekayasa terperinci, menyiapkan seluruh peralatan utama yang membutuhkan waktu pengadaan panjang, serta memobilisasi kontraktor konstruksi ke lokasi proyek.
Pekerjaan sipil juga telah dimulai di sejumlah area, termasuk penggilingan, pelindian, dan pengentalan. Selain itu, pembangunan fasilitas penyimpanan tailing atau Tailings Storage Facility (TSF) terus berlangsung, termasuk pembangunan bendungan pengelak dan sistem pengalihan air sebelum penimbunan tanggul bendungan awal.
Perseroan turut mengintegrasikan sejumlah infrastruktur utama untuk mendukung pembangunan CIL fase 2 ke dalam desain fase 1. Infrastruktur tersebut meliputi sistem penghancuran, pengangkutan, penumpukan bijih, utilitas air, dan sistem reagen. Pekerjaan pematangan lahan skala besar untuk fase 2 juga akan diselesaikan sebagai bagian dari fase 1.
Dengan persiapan tersebut, pembangunan fasilitas kedua diharapkan dapat berjalan lebih efisien. Pekerjaan fase 2 akan dilanjutkan setelah fasilitas fase 1 berhasil melewati uji coba operasi dan tahap peningkatan produksi.
EMAS saat ini juga menyusun pembaruan studi kelayakan yang mencakup fase 2. Studi tersebut akan memperhitungkan perubahan profil produksi, kebutuhan belanja modal, dan nilai keekonomian proyek setelah ekspansi dilakukan.
Perseroan menilai, ekspansi CIL secara bertahap dapat memperkuat kapasitas operasional jangka panjang Tambang Emas Pani sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan dan arus kas EMAS. Meski demikian, pelaksanaan proyek masih menghadapi sejumlah risiko, termasuk volatilitas ekonomi, ketidakpastian rantai pasok, kompleksitas operasional, dan perubahan regulasi.
Sebagai informasi, aset utama EMAS adalah tambang emas Pani di Gorontalo, yang memiliki sumber daya mineral sebesar 7 juta ons emas dan estimasi umur tambang sekitar 15 tahun. Tambang ini mulai melakukan penambangan awal pada Oktober 2025, menghasilkan emas perdana pada Februari 2026, dan mencatat penjualan emas pertama pada Maret 2026.
Saat ini, produksi emas Pani juga didukung fasilitas heap leach berkapasitas awal 8 juta ton per tahun. Fasilitas CIL fase 1 ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan mencapai kapasitas 12 juta ton per tahun pada 2029, dengan target produksi puncak sekitar 545.000 ons emas pada 2031 berdasarkan rencana sebelumnya.
(Rahmat Fiansyah)