Penyesuaian Harga Dasar untuk penghitungan Indeks Harga Saham Individual ENRG ditetapkan
berdasarkan formula sebagai berikut:
Harga Dasar Baru = 1.065 / 1.440 x 1.199,432 = 887,080.
Sebagai informasi, ENRG berencana menerbitkan 13,28 miliar saham baru seri B dengan harga pelaksanaan Rp310 dan rasio 1:2. Dengan begitu, perusahaan migas milik keluarga Bakrie itu berpotensi meraih dana hingga Rp4,12 triliun.
Rencana penggunaan dana hasil rights issue, yakni sebesar 54,8 persen akan dipinjamkan kepada EMP Bentu untuk pengeboran 9 sumur, 16,1 persen dipinjamkan kepada EMP Inc. untuk pembangunan pipa penyaluran gas dan modal kerja.
Kemudian 13,5 persen akan dipinjaman kepada PT Imbang Tata Alam (ITA) untuk pelaksanaan Pilot Enhanced Oil Recovery (EOR) di Lapangan Malibur dan sisanya dipinjamkan kepada sejumlah anak usaha lain untuk pengeboran, pemeliharaan, dan pembangunan berbagai fasilitas.
Periode perdagangan dan pelaksanaan rights issue berlangsung pada 8-21 Oktober 2026.
(Dhera Arizona)