sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gajah Tunggal (GJTL) Perkuat Mitigasi untuk Hadapi Risiko Kurs dan Harga Energi

Market news editor Rohman Wibowo
23/06/2026 14:18 WIB
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus memperkuat mitigasi risiko bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik yang menekan sektor manufaktur.
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus memperkuat mitigasi risiko bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus memperkuat mitigasi risiko bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus memperkuat mitigasi risiko bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik yang menekan sektor manufaktur. Sebagai produsen ban yang telah berdiri selama 75 tahun, perseroan menyadari kinerja operasional sangat rentan dengan fluktuasi nilai tukar serta harga energi dunia.

Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk, Suryopratomo menekankan, perseroan terus beradaptasi untuk menjaga stabilitas operasional. Langkah utama yang diambil adalah dengan memperketat manajemen biaya di seluruh lini.

"Kami terus meningkatkan efisiensi. Industri ini kan industri yang sangat peka terhadap nilai tukar dan kemudian harga energi," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Pria yang diakrab disapa Tommy ini menitiberatkan soal strategi efisiensi ini menjadi krusial mengingat karakteristik industri ban yang padat karya dan beroperasi penuh selama 24 jam dengan sistem tiga sif. Dengan jumlah karyawan mencapai 17.000 orang, kenaikan biaya tenaga kerja dan energi menjadi beban biaya yang sangat berpengaruh terhadap operasional perusahaan.

Untuk mengatasi tekanan tersebut, Gajah Tunggal tidak menempuh jalan pintas melalui pengurangan tenaga kerja. Sebaliknya, perseroan justru fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui Politeknik Gajah Tunggal yang mereka kelola sendiri.

Politeknik tersebut menjadi kunci bagi perseroan untuk memastikan regenerasi tenaga kerja terus berjalan. Setiap tahun, ribuan calon sarjana melamar untuk dididik, dan lulusannya diserap langsung ke dalam grup perusahaan. Langkah ini menegaskan bahwa bagi Gajah Tunggal, tenaga kerja adalah aset inti yang harus dikelola dengan pendekatan jangka panjang.

Selain itu, kata Tommy, perseroan juga terus memperkuat inovasi internal melalui tim Research and Development (R&D). Tim ini bertugas mencari celah-celah inovasi baru yang dapat menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas.

"Kami punya tim Research and Development yang baik dan ini salah satu hal lain yang kemudian bisa dipergunakan untuk meningkatkan efisiensi," katanya.

Dalam menghadapi kompleksitas ekonomi, Tommy juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dia meyakini bahwa kolaborasi antara industri dan media merupakan elemen vital dalam menghadapi tantangan bersama.

"Karena saya kira kerja sama antara industri dan media menjadi sangat penting apalagi dalam situasi yang penuh tantangan seperti sekarang," ujarnya.

Melalui perpaduan antara manajemen efisiensi yang ketat, pengembangan SDM yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang erat dengan media, Gajah Tunggal berupaya mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar (market leader) di industri ban.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement