Manajemen Elnusa meyakini, pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha maupun prospek pertumbuhan perseroan. Hal itu karena ELSA memiliki posisi modal dan arus kas yang memadai untuk mendukung operasional, pengembangan usaha, sekaligus membiayai pembelian kembali saham.
Menurut perseroan, buyback dapat membantu menstabilkan harga saham di tengah volatilitas pasar serta meningkatkan keyakinan investor terhadap nilai fundamental ELSA.
Selain itu, saham treasuri hasil buyback juga akan memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam pengelolaan struktur permodalan jangka panjang.
Saham tersebut dapat dijual kembali pada masa mendatang dengan nilai yang optimal apabila perseroan membutuhkan tambahan modal.
Adapun saham ELSA terpantau fluktuatif sepanjang Juli 2026 dengan menguat tipis 0,72 persen ke level Rp695 per saham pada perdagangan Jumat (31/7/2026).