Mengutip Trading Economics, data bulanan Malaysian Palm Oil Board menunjukkan produksi November turun 5,3 persen menjadi 1,94 juta ton, sehingga turut mengangkat harga.
Optimisme juga muncul dari ekspektasi permintaan musiman yang lebih kuat menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan tahun depan.
Meski begitu, kontrak ini masih turun sekitar 0,8 persen sepanjang pekan berjalan, menghapus kenaikan dua periode sebelumnya akibat estimasi ekspor awal yang masih lesu.
Survei kargo mencatat pengiriman pada 1-10 Desember merosot 10,3 persen hingga 15 persen dibanding periode yang sama pada November.
Sementara itu, stok akhir November melonjak 13 persen dari Oktober menjadi 2,84 juta ton, level tertinggi dalam enam setengah tahun.