Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,72 persen. Sementara itu, kontrak minyak sawit di Dalian Commodity Exchange menguat 0,53 persen, sedangkan kontrak minyak kedelai yang paling aktif diperdagangkan naik tipis 0,01 persen.
Pergerakan harga minyak sawit mengikuti harga minyak nabati pesaingnya karena komoditas ini bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar dalam industri minyak nabati global.
Ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,39 persen terhadap dolar AS.
Kondisi ini membuat komoditas tersebut lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1-20 Juni meningkat 19,1 persen menjadi 907.067 ton dibandingkan bulan sebelumnya, berdasarkan data perusahaan survei kargo Intertek Testing Services.