Analis XS.com, Rania Gule, menilai, dikutip Dow Jones Newswires, Senin (31/8), penurunan harga emas hingga kembali berada di bawah level USD4.600 per troy ons kemungkinan merupakan koreksi alami akibat aksi ambil untung setelah reli yang kuat sebelumnya.
Meski demikian, dia menilai fundamental emas masih mendapat dukungan. Namun, pasar kini semakin sensitif terhadap ekspektasi arah kebijakan moneter AS.
“Inflasi yang masih tinggi, ditambah ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi, kondisi fiskal, dan pasar obligasi, membuat tugas Federal Reserve semakin rumit,” kata Gule.
Sikap hawkish bank sentral AS berpotensi mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.
Kondisi tersebut umumnya menjadi tekanan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.