Emas cenderung kehilangan daya tarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil ketika suku bunga berada pada level tinggi.
Kepala Analis Pasar Bybit Han Tan mengatakan rilis data inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) pada pekan depan dapat menjadi katalis bagi pergerakan harga emas berikutnya.
"Inflasi yang masih sulit turun dan mendorong The Fed memasuki siklus kenaikan suku bunga yang lebih agresif dapat memaksa harga emas spot kembali menguji level psikologis USD4.000," kata Tan.
Di sisi lain, permintaan emas di India masih lesu pada pekan ini seiring kenaikan harga emas.
Aktivitas perdagangan di China, sebagai konsumen emas terbesar dunia, juga cenderung sepi karena periode perdagangan yang lebih pendek akibat libur. (Aldo Fernando)