Ini menyusul respons fiskal yang mengecewakan dari Kementerian Perumahan Beijing terhadap krisis properti yang sedang berlangsung.
Dalam berita lain, mengutip Kitco, Kamis (17/10), broker SP Angel melaporkan, pejabat Hong Kong berencana mengembangkan wilayah tersebut menjadi pusat perdagangan emas.
Kepala Eksekutif Hong Kong menyatakan, "Di tengah geopolitik yang semakin rumit, keamanan dan stabilitas kota kami memberikan keunggulan yang jelas sebagai tempat penyimpanan emas fisik yang menarik."
Broker tersebut juga menambahkan, emas semakin diminati oleh negara berkembang yang ingin mendiversifikasi cadangan devisa mereka, terlihat dari peningkatan besar yang dilakukan oleh China, Rusia, dan Turki dalam beberapa tahun terakhir.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS akan dimulai pekan depan, dengan de-dolarisasi menjadi agenda utama yang akan dibahas di Rusia.