sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Jatuh 4 Persen, Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
11/06/2026 07:00 WIB
Harga emas jatuh lebih dari 4 persen pada Rabu (10/6/2026) seiring kekhawatiran meluasnya perang yang didukung Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Harga Emas Jatuh 4 Persen, Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi. (Foto: Magnific)
Harga Emas Jatuh 4 Persen, Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas jatuh lebih dari 4 persen pada Rabu (10/6/2026) seiring kekhawatiran meluasnya perang yang didukung Amerika Serikat (AS) terhadap Iran memicu kecemasan mengenai kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi.

Investor kini menantikan data ekonomi utama AS guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Emas spot merosot 4,41 persen menjadi USD4.072,01 per troy ons, level terendah sejak 23 Maret.

“Pasar sangat membutuhkan kabar baik setelah data ketenagakerjaan yang kuat pada Jumat lalu dan ancaman Presiden (Donald) Trump pagi ini bahwa Iran ‘akan membayar harga’ karena tidak mau bernegosiasi,” kata trader logam independen, Tai Wong, dikutip Reuters.

Trump mengatakan Iran terlalu lama bernegosiasi dan kini “harus membayar harganya”. Presiden AS itu kemudian menegaskan Washington akan menyerang Iran “dengan sangat keras” apabila kesepakatan damai tidak tercapai.

Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain sebagai balasan atas serangan AS terhadap target-target Iran di sekitar Selat Hormuz.

Emas telah berada di bawah tekanan sejak perang pecah pada akhir Februari. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga.

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi umumnya mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.

Pelaku pasar saat ini memperhitungkan peluang sekitar 67 persen bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada Desember, berdasarkan alat FedWatch milik CME Group.

Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik 0,2 persen secara bulanan setelah meningkat 0,4 persen pada April.

Data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang akan dirilis Kamis diperkirakan menjadi petunjuk tambahan bagi investor untuk menilai arah kebijakan moneter The Fed.

“Meski harga emas baru-baru ini mengalami konsolidasi, inflasi, pembelian oleh bank sentral, dan kekhawatiran terhadap pelemahan nilai mata uang masih menjadi faktor pendukung bagi emas,” tulis Strategis Pasar di Sprott Asset Management Paul Wong dalam sebuah catatan.

Di pasar logam mulia lainnya, perak spot turun 0,8 persen menjadi USD64,83 per ons, platinum melemah 2,6 persen ke USD1.681,88 per ons, sementara paladium naik 0,7 persen menjadi USD1.230,41 per ons. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement