sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas ke Level Terendah Sepekan, Naiknya Minyak dan Sikap Hawkish The Fed Jadi Beban

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
25/09/2026 06:52 WIB
Harga emas turun pada perdagangan Kamis (24/9/2026), menyentuh level terendah dalam sepekan.
Harga Emas ke Level Terendah Sepekan, Naiknya Minyak dan Sikap Hawkish The Fed Jadi Beban. (Foto: Pexels)
Harga Emas ke Level Terendah Sepekan, Naiknya Minyak dan Sikap Hawkish The Fed Jadi Beban. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas turun pada perdagangan Kamis (24/9/2026), menyentuh level terendah dalam sepekan.

Tekanan datang dari kenaikan harga minyak dan perubahan sikap bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) yang semakin hawkish sehingga memperkuat ekspektasi suku bunga lebih tinggi.

Harga emas spot turun 0,32 persen menjadi USD4.273,80 per troy ons, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 16 September 2026.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan emas masih terbebani oleh kenaikan harga energi dan suku bunga yang lebih tinggi.

"Emas terus terbebani oleh kenaikan harga energi serta suku bunga yang lebih tinggi. Dengan kenaikan harga energi, kekhawatiran terhadap inflasi semakin besar dan peluang kenaikan suku bunga tambahan oleh The Fed juga meningkat," kata Meger, seperti dikutip Reuters.

Harga minyak naik sekitar 2 persen pada Kamis setelah serangan rudal Houthi ke Arab Saudi kembali memicu kekhawatiran mengenai gangguan pasokan.

Kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi utama karena produsen meneruskan peningkatan biaya kepada konsumen.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk mengendalikan tekanan harga.

The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada pekan lalu dan mengisyaratkan masih adanya peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Sejumlah pejabat The Fed juga memperkuat kebutuhan tersebut, dengan Gubernur The Fed Michael Barr menjadi pejabat terbaru yang menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan diperlukan.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober mencapai 69 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.

Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik aset tersebut.

Tekanan terhadap emas juga datang dari dolar AS yang menguat ke level tertinggi dalam dua bulan.

Kondisi tersebut membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.

Di sisi lain, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bertahan di sekitar level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan level USD4.235 menjadi area support penting yang perlu diperhatikan.

"Support terdekat emas di sekitar USD4.235 menjadi level pertama yang perlu diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, pasar berpotensi mengalami koreksi lebih dalam dan kembali mengarah ke area USD4.000 yang terbentuk pada Juni-Juli," ujar Hansen dalam catatannya. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement