sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Melemah Menanti Data Inflasi AS dan Sinyal The Fed

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
14/10/2026 06:49 WIB
Harga emas dunia turun pada Selasa (13/10/2026), seiring investor menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) dan pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed).
Harga Emas Melemah Menanti Data Inflasi AS dan Sinyal The Fed. (Foto: Pexels)
Harga Emas Melemah Menanti Data Inflasi AS dan Sinyal The Fed. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas dunia turun pada Selasa (13/10/2026), seiring investor menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) dan pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini untuk membaca arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Harga emas spot turun 0,26 persen menjadi USD4.160,78 per troy ons.

“Kami memiliki sejumlah data inflasi yang akan dirilis pekan ini. Jadi, pasar cenderung menunggu untuk melihat bagaimana data tersebut berdampak,” kata Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, seperti dikutip Reuters.

Dia mengatakan Ketua The Fed akan menyampaikan pidato terakhirnya sebelum pertemuan kebijakan suku bunga berikutnya pada Kamis.

Menurut dia, perdagangan emas diperkirakan lebih tenang menjelang agenda penting pada Rabu dan Kamis.

Investor menantikan data Consumer Price Index (CPI) pada Rabu. Sementara itu, data Producer Price Index (PPI) pada Kamis serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh akan menjadi perhatian pasar.

Gubernur The Fed Christopher Waller pada Selasa mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi AS belakangan ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, bukan peningkatan ekspektasi inflasi.

Menurut dia, ekspektasi inflasi AS masih “terjaga dengan baik”.

Emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga berada pada level tinggi karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Saat ini, pelaku pasar melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini hanya 19 persen.

Namun, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 88 persen, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Sementara itu, harga minyak turun pada Selasa dan berada di jalur untuk mencatat penurunan pertama dalam hampir sepekan.

Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun dari level tertingginya. Namun, keduanya masih bertahan di level yang relatif tinggi.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa menyoroti risiko dari tingginya tingkat utang publik dan kenaikan imbal hasil obligasi yang masih berpotensi meningkat akibat tekanan inflasi yang dipicu perang.

“Kenaikan suku bunga semakin menjadi pedang bermata dua bagi emas. Di satu sisi, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Di sisi lain, kenaikan suku bunga juga memperbesar beban fiskal banyak pemerintah sehingga memperburuk kekhawatiran terhadap keberlanjutan utang,” tulis analis Commerzbank dalam catatan risetnya. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement