Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan, seperti dikutip Reuters, emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS.
Kondisi tersebut mencerminkan pandangan bahwa kebuntuan politik di Kongres AS berpotensi menghambat sejumlah agenda legislasi dan memberikan tekanan terhadap perekonomian.
Situasi itu juga membuka ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Sementara itu, kekhawatiran inflasi masih membayangi pasar.
Harga minyak tetap tinggi dengan minyak mentah Brent diperdagangkan di atas USD100 per barel, seiring investor menantikan langkah Washington selanjutnya terkait perang AS-Israel melawan Iran.
Di pasar keuangan, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 83 persen, berdasarkan CME Group FedWatch Tool. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.