"Penurunan harga minyak kemungkinan menjadi salah satu pendorong penguatan emas. Dalam banyak hal, kondisi ini juga memengaruhi prospek suku bunga karena imbal hasil jangka pendek ikut menurun," ujarnya, dikutip Reuters.
Harga energi yang tinggi umumnya memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama untuk menekan inflasi.
Kondisi tersebut biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).
Sebelumnya pada Senin, Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan tetap optimistis tekanan inflasi akan terus mereda secara bertahap.
Namun, jika inflasi tidak menunjukkan perbaikan, bank sentral AS tidak akan ragu kembali menaikkan suku bunga.