IDXChannel - Harga emas dunia naik pada Rabu (25/3/2026), didorong penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi dan menahan ekspektasi kenaikan suku bunga, meskipun ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah masih membayangi.
Emas spot naik 0,71 persen ke level USD4.506,27 per troy ons setelah sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan pada Senin.
"Emas sedang mengalami pemulihan teknikal dan juga didukung oleh optimisme bahwa konflik yang melibatkan Iran mulai mereda, yang membantu menurunkan harga minyak," ujar Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, seperti dikutip Reuters.
Ia menambahkan, "Kita masih perlu melihat pelonggaran kekhawatiran inflasi lebih lanjut untuk mulai mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga AS pada tahun ini. Emas bisa kembali naik ke USD5.000 jika hal tersebut terjadi."
Harga minyak turun setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang.
Iran masih meninjau proposal tersebut meskipun respons awalnya negatif, menurut pejabat senior Iran kepada Reuters.
Sementara itu, Pentagon berencana mengirim ribuan pasukan lintas udara ke kawasan Teluk guna memberi lebih banyak opsi kepada Presiden Donald Trump untuk memerintahkan serangan darat, menurut sejumlah sumber.
Penurunan harga minyak membantu meredakan tekanan inflasi dan mengurangi peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Meski dikenal sebagai lindung nilai inflasi, emas cenderung kehilangan daya tarik dalam lingkungan suku bunga tinggi karena meningkatnya biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Analis SP Angel dalam catatannya menyebut volatilitas harga emas belakangan ini mencerminkan lonjakan signifikan aliran investasi spekulatif sepanjang 2025.
"Penurunan harga terbaru memicu keluarnya sebagian besar modal tersebut. Namun, kami melihat tren diversifikasi cadangan bank sentral diperkirakan berlanjut, dengan pendatang baru mulai membeli pada 2026,” tulis mereka.
Emas spot melonjak 64 persen tahun lalu dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD5.594,82 per ons pada 29 Januari.
Pergerakan logam lainnya, perak spot naik 1,7 persen ke USD72,41, platinum menguat 0,1 persen ke USD1.936,00, sementara paladium turun 1 persen ke USD1.424,99. (Aldo Fernando)