Pasar keuangan kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sekitar 39 persen, turun dari sekitar 45 persen sebelum data PCE dirilis, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Sementara peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di level 90 persen.
Dolar AS melemah setelah data tersebut dirilis.
Namun, dolar mencatat penguatan bulanan sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
The Fed menggunakan indikator harga PCE sebagai salah satu acuan untuk mencapai target inflasi sebesar 2 persen.
Setelah menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75-4,00 persen pada bulan ini, bank sentral AS mengisyaratkan masih adanya kemungkinan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Namun, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi karena investor memiliki alternatif aset yang menawarkan imbal hasil.