Secara terpisah, sebuah kapal tanker minyak terbakar dan meledak setelah menabrak ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz pada Minggu. Korps Garda Revolusi Islam Iran menyampaikan laporan tersebut, yang kemudian diberitakan media Iran.
Arus minyak yang melewati kawasan tersebut turun menjadi rata-rata sekitar 8,5 juta barel per hari dalam sepekan terakhir, dari lebih dari 20 juta barel per hari pada pekan sebelumnya.
Penurunan terjadi akibat meningkatnya ancaman terhadap pelayaran komersial, menurut perusahaan analitik Kpler.
Kpler mencatat sedikitnya 10 insiden terkonfirmasi yang melibatkan kapal komersial sepanjang pekan lalu.
Analis SEB Bjarne Schieldrop menilai kenaikan volume ekspor minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan hanya berlangsung sementara.
Menurut dia, Iran berpotensi meningkatkan serangan menjelang pemilu sela AS pada 3 November. (Aldo Fernando)