sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Bervariasi, Pasar Cerna Potensi Tambahan Pasokan Rusia

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
14/10/2026 06:39 WIB
Harga minyak bergerak bervariasi pada Selasa (13/10/2026), seiring harapan kesepakatan ekspor diesel antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
Harga Minyak Bervariasi, Pasar Cerna Potensi Tambahan Pasokan Rusia. (Foto: Magnific)
Harga Minyak Bervariasi, Pasar Cerna Potensi Tambahan Pasokan Rusia. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak bergerak bervariasi pada Selasa (13/10/2026), seiring harapan kesepakatan ekspor diesel antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia dapat membuka lebih banyak pasokan dari Moskow, yang mengimbangi kekhawatiran atas serangan di Arab Saudi dan Yaman yang berpotensi mengganggu pasokan.

Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup turun 0,9 persen menjadi USD105,69 per barel dari perdagangan Senin.

Meski melemah, harga tersebut masih menjadi penutupan tertinggi sejak 15 September.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,4 persen menjadi USD94,14 per barel, sekaligus menjadi penutupan tertinggi sejak 24 September.

Kontrak WTI untuk pengiriman 2027 mencatat rekor tertinggi untuk hari ke-12 berturut-turut, mencapai USD84 per barel.

Pada Senin, kontrak Brent untuk pengiriman 2027 juga mencatat rekor tertinggi untuk hari keempat berturut-turut, mencapai USD90 per barel.

Kremlin mengatakan tidak melihat hubungan langsung antara kesepakatan ekspor diesel Rusia ke AS dan sikap Moskow dalam perundingan perdamaian Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi laporan Reuters berdasarkan sumber yang menyebut utusan Presiden AS Donald Trump telah memberi tahu pejabat Ukraina pada Jumat mengenai kesepakatan yang memungkinkan ekspor diesel Rusia.

Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menarik Rusia kembali ke perundingan mengenai kemungkinan penyelesaian damai di Ukraina.

Menurut data energi AS, Rusia merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga di dunia setelah AS dan Arab Saudi pada 2025.

Sanksi yang bertujuan membatasi energi Rusia dari pasar global telah membantu menopang harga minyak sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022.

Setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina berpotensi memungkinkan Rusia meningkatkan ekspor energinya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Selasa bahwa Ukraina tidak menerima peringatan dari mitra Barat sebelum serangan rudal Rusia menghantam ibu kota Kyiv.

Trump mengatakan Washington masih berbagi informasi intelijen dengan Ukraina meskipun terus mendesak Kyiv menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia.

Trump mengatakan diesel Rusia ditujukan untuk negara-negara lain, bukan AS. Namun, ketidakpastian pasar terhadap kesepakatan diesel dengan Rusia tercermin dari harga kontrak diesel AS yang naik sekitar 5 persen pada Selasa.

Harga diesel di berbagai wilayah dunia telah mencatat rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir akibat gangguan pasokan global yang berkaitan dengan serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia serta serangan Iran terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah.

Di sisi lain, kepala badan intelijen domestik Inggris mengatakan pada Selasa bahwa Rusia dan Iran meningkatkan kampanye perang hibrida di Inggris.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman mengatakan Arab Saudi menyerang ibu kota Yaman, Sanaa, pada Selasa.

Pernyataan itu disampaikan setelah koalisi pimpinan Arab Saudi memperingatkan warga sipil untuk menjauh dari sebuah depot minyak di pinggiran kota, di tengah perang yang semakin meningkat antara kedua pihak.

Kekhawatiran terhadap kerentanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran di kawasan Teluk juga masih menjadi perhatian pasar.

Sebelumnya, kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang bandara internasional Riyadh pada akhir pekan, sementara serangan terhadap kapal tanker dilaporkan terjadi di sekitar Selat Hormuz. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement