Pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa tidak akan ada aksi militer sebelum pemilu paruh waktu AS turut meredakan risiko eskalasi untuk sementara.
Di sisi pasokan, China kembali mengekspor bahan bakar setelah libur Golden Week, sementara Jerman dan Prancis bersiap melepas cadangan diesel dan minyak dari stok darurat.
Namun, pelepasan cadangan dinilai belum sepenuhnya mengatasi ketatnya pasar produk olahan, terutama diesel.
Secara teknikal, tren utama kedua kontrak masih mengarah naik.
Analis FX Empire James Hyerczyk menyebut WTI perlu menembus USD93,68 per barel untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik, dengan target berikutnya di kisaran USD94,28-USD96,02.
Sementara itu, area USD90,12-USD87,39 menjadi support utama.
Untuk Brent, level USD105,92 menjadi resistance penting yang perlu ditembus untuk memperkuat tren naik.
Tren utama baru berubah menjadi turun jika harga menembus USD95,12 per barel. (Aldo Fernando)