sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Upaya Damai AS-Israel-Iran

Market news editor Desi Angriani
27/10/2026 21:05 WIB
Minyak mentah Brent turun 0,6 persen menjadi USD115,13 per barel.
Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Upaya Damai AS-Israel-Iran (Foto: dok Getty  Image)
Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Upaya Damai AS-Israel-Iran (Foto: dok Getty Image)

IDXChannel - Harga minyak dunia bergerak fluktuatif cenderung melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2026), seiring upaya diplomatik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Melansir Investing, minyak mentah Brent turun 0,6 persen menjadi USD115,13 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 0,5 persen menjadi USD101,23 per barel.

Pekan lalu, harga minyak Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran terhadap potensi serangan lanjutan pada infrastruktur energi serta jalur pelayaran komersial di Timur Tengah.

Sejumlah negara kini meningkatkan upaya diplomatik untuk mencegah konflik meluas. Pembicaraan melibatkan Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Pejabat Qatar juga menjalin komunikasi dengan Teheran untuk meredakan ketegangan regional.

Pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan para pemimpin Iran di Teheran pada Senin (26/10/2026). Pertemuan tersebut bertujuan menurunkan ketegangan dan membuka jalur negosiasi.

Menurut sejumlah laporan, pembicaraan mencakup serangan terhadap Arab Saudi oleh kelompok militan Houthi di Yaman yang didukung Iran, peluang perundingan AS-Iran, gangguan pelayaran di Selat Hormuz, serta blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Upaya diplomatik tersebut membantu meredakan kekhawatiran dalam jangka pendek mengenai eskalasi militer lebih lanjut. Namun, investor masih berhati-hati karena belum ada kepastian apakah langkah tersebut akan menghasilkan kesepakatan damai yang bertahan lama.

Presiden AS Donald Trump masih membuka kemungkinan dilakukannya aksi militer lanjutan terhadap Iran. Di sisi lain, Teheran menyatakan negosiasi dengan Washington memerlukan sejumlah konsesi, termasuk penghentian blokade AS dan pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran.

Analis Capital Economics menilai, tekanan ekonomi akibat blokade AS menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi posisi Iran dalam perundingan.

“Blokade laut AS yang kini telah berlangsung lebih dari 100 hari menimbulkan tekanan berat terhadap perekonomian Iran, dengan nilai tukar rial merosot dan inflasi mendekati 90 persen secara tahunan,” tulis analis Capital Economics dalam catatan risetnya.

Namun mereka menilai dampak tekanan tersebut terhadap posisi tawar Iran bergantung pada faksi yang dominan di dalam pemerintahan serta kemampuan Teheran mengendalikan Selat Hormuz.

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengatakan, pasar energi kemungkinan tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang pada 2027. Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa konflik akan menimbulkan dampak berkepanjangan terhadap rantai pasok energi.

Sementara itu, perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Saudi Aramco, berencana mulai menyimpan minyak mentah di Singapura pada paruh kedua 2027. 

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement