sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Melonjak 2 Persen, Risiko Gangguan Pasokan Iran Membayangi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
14/01/2026 07:43 WIB
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen pada Selasa (13/1/2026), setelah potensi gangguan ekspor minyak mentah Iran membayangi.
Harga Minyak Melonjak 2 Persen, Risiko Gangguan Pasokan Iran Membayangi. (Foto: Freepik)
Harga Minyak Melonjak 2 Persen, Risiko Gangguan Pasokan Iran Membayangi. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen pada Selasa (13/1/2026), setelah potensi gangguan ekspor minyak mentah Iran membayangi kemungkinan tambahan pasokan dari Venezuela.

Kontrak berjangka (futures) minyak Brent melesat 2,5 persen dan ditutup di USD65,47 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 2,8 persen ke level USD61,15 per barel.

Analis PVM Oil Associates John Evans menilai pasar minyak mulai memasukkan perlindungan harga terhadap faktor geopolitik.

Menurut dia, risiko tersebut mencakup potensi tersingkirnya ekspor Iran, masalah pasokan dari Venezuela, pembicaraan seputar perang Rusia di Ukraina, hingga ketertarikan Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland.

Iran, salah satu produsen utama di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), tengah menghadapi gelombang demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Tindakan keras pemerintah terhadap para pengunjuk rasa, yang menurut seorang pejabat Iran telah menewaskan sekitar 2.000 orang dan menyebabkan ribuan penangkapan, memicu peringatan dari Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan aksi militer.

Trump pada Senin menyatakan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif 25 persen atas setiap transaksi dengan AS. China saat ini menjadi pembeli terbesar minyak mentah Iran.

Analis Mizuho Securities, Bob Yawger, di New York mengatakan China kemungkinan tidak akan menghindari minyak Iran.

Namun, jika China dan negara lain benar-benar menghentikan pembelian, pasokan global berpotensi berkurang sekitar 3,3 juta barel per hari yang selama ini disuplai Iran ke pasar.

Pada Selasa, Trump juga menulis di media sosialnya agar para pengunjuk rasa di Iran “mengambil alih institusi-institusi kalian” dan menyatakan, “bantuan sedang dalam perjalanan.”

Ia menambahkan telah membatalkan pertemuan dengan pejabat Iran hingga kematian para demonstran dihentikan. Pernyataan tersebut sempat mendorong harga minyak naik lebih dari 3 persen ke level tertinggi dalam tiga bulan.

Sinyal pengetatan pasokan juga datang dari insiden empat kapal tanker minyak yang dikelola perusahaan Yunani dan diserang drone tak dikenal pada Selasa.

Delapan sumber mengatakan kepada Reuters bahwa kapal-kapal tersebut berada di Laut Hitam dan tengah menuju terminal Caspian Pipeline Consortium di lepas pantai Rusia untuk memuat minyak.

Analis Rystad Janiv Shah menilai kekhawatiran soal kelebihan pasokan untuk sementara mereda. Namun, ia menambahkan bahwa tingginya tingkat pengolahan kilang di Eropa masih membebani pasar gasoil.

Di sisi lain, premi minyak Brent terhadap patokan Timur Tengah, Dubai, naik ke level tertinggi sejak Juli. Data LSEG menunjukkan ketegangan geopolitik di Iran dan Venezuela turut menopang harga acuan global tersebut.

Analis Barclays memperkirakan gejolak di Iran telah menambah premi risiko geopolitik sekitar USD3 hingga USD4 per barel ke harga minyak.

Pasar juga masih mencermati potensi tambahan pasokan minyak mentah seiring kemungkinan kembalinya ekspor Venezuela.

Setelah lengsernya Presiden Nicolas Maduro, Trump pekan lalu menyebut Caracas siap menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada AS, meski masih berada di bawah sanksi Barat.

Perusahaan perdagangan minyak global pun muncul sebagai pihak yang lebih dulu diuntungkan dalam persaingan menguasai aliran minyak mentah Venezuela, bahkan melampaui perusahaan energi besar asal AS. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement