Analis Barclays memperkirakan gejolak di Iran telah menambah premi risiko geopolitik sekitar USD3 hingga USD4 per barel ke harga minyak.
Pasar juga masih mencermati potensi tambahan pasokan minyak mentah seiring kemungkinan kembalinya ekspor Venezuela.
Setelah lengsernya Presiden Nicolas Maduro, Trump pekan lalu menyebut Caracas siap menyerahkan hingga 50 juta barel minyak kepada AS, meski masih berada di bawah sanksi Barat.
Perusahaan perdagangan minyak global pun muncul sebagai pihak yang lebih dulu diuntungkan dalam persaingan menguasai aliran minyak mentah Venezuela, bahkan melampaui perusahaan energi besar asal AS. (Aldo Fernando)