Pergerakan saham tersebut terjadi ketika harga minyak mentah dunia kembali menguat tajam.
Harga minyak ditutup naik sekitar 5 persen pada Senin (10/8), setelah Iran dan AS saling menyampaikan tuntutan terkait kompensasi dalam upaya mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Perkembangan tersebut mengurangi harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Iran menyatakan AS harus mencabut sanksi terhadap Teheran serta memenuhi sejumlah persyaratan lain sebelum jalur pelayaran strategis tersebut dibuka kembali.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran harus membayar kompensasi atas "semua orang yang telah mereka bunuh dan lukai secara serius."