IDXChannel - Harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari USD3 per barel pada perdagangan Jumat (23/10/2026), sekaligus mencatat level tertinggi dalam hampir enam bulan.
Penguatan dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah setelah serangkaian serangan kelompok Houthi di Arab Saudi.
Harga minyak Brent berjangka ditutup naik 3,14 persen menjadi USD116,72 per barel, level tertinggi sejak 29 April 2026.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) meningkat 3,8 persen menjadi USD103,27 per barel.
Dalam sepekan, harga Brent melesat 6 persen, sedangkan WTI naik 2,3 persen.
"Ketakutan terhadap gangguan pasokan mendorong kenaikan harga setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Arab Saudi, termasuk terhadap infrastruktur energi," kata Chief Cross-Asset Strategist LPL Financial Adam Turnquist, seperti dikutip Reuters.
Pada Kamis (22/10), Saudi Aramco memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, dekat Bahrain, setelah serangan terjadi di kawasan tersebut.
Pertempuran antara Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar dunia, dan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman juga semakin intensif.
Kekhawatiran pasokan turut meningkat setelah Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan tumpahan minyak dari sebuah kapal tanker di lepas pantai Umm Al Quwain.
Penyebab tumpahan belum diketahui dan otoritas belum mengidentifikasi kapal tanker yang terlibat.
Serangan terhadap kapal meningkat
Pelaku pasar juga mencermati meningkatnya serangan terhadap kapal tanker di kawasan Timur Tengah.
Sumber-sumber pelayaran pada 9 Oktober melaporkan supertanker Gem No. 2 terkena proyektil tak dikenal sekitar 13 mil laut atau 24 kilometer sebelah barat Al Jazeera di UEA.
"Pasar mengkhawatirkan serangan Iran yang terus berlanjut terhadap kapal tanker dan meningkat selama sepekan terakhir. Meskipun saat ini terjadi peningkatan volume minyak yang melintas dari Selat Hormuz, kondisi itu bisa berubah kapan saja," kata Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow.
Bentrok antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah berlangsung sejak kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran bergerak menuju Selat Bab el-Mandeb pada bulan lalu. Selat tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran strategis di pintu masuk Laut Merah.
Oktober menjadi bulan terburuk untuk serangan terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, berdasarkan data lembaga think tank yang berbasis di Washington dan telah memantau insiden keamanan maritim di seluruh dunia sejak 2017.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden AS Donald Trump pada Jumat mengatakan AS dapat mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu singkat.
Namun, dia juga menyebut Washington mungkin perlu membiarkan konflik tersebut mereda secara bertahap.
Cadangan strategis mulai dilepas
Pemerintah AS juga mengambil langkah untuk mengatasi gangguan pasokan.
Departemen Energi AS mengizinkan pertukaran darurat hingga 400.000 barel minyak mentah dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk mengatasi gangguan pasokan yang memengaruhi kilang Phillips 66 di Lake Charles, Louisiana.
Persediaan SPR saat ini berada di level terendah sejak 1982 setelah pemerintahan Trump menggunakannya ketika perang AS dengan Iran mengganggu jalur pasokan.
Sebelumnya, Presiden Joe Biden juga menggunakan cadangan tersebut setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Sementara itu, lembaga penyimpanan minyak nasional Jerman, EBV, mengedarkan tender untuk menjual diesel, minyak pemanas, dan minyak mentah dari cadangan strategis.
Langkah tersebut menjadi pelepasan minyak pertama Jerman dari cadangan strategis sejak negara-negara G7, di bawah tekanan Trump, sepakat melakukan pelepasan cadangan pada awal Oktober.
Di Libya, kepala National Oil Corp mengatakan kepada Reuters pada Kamis bahwa katup pipa minyak yang menghubungkan ladang Hamada dan Tahara dengan pelabuhan Zawiya telah ditutup. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan produksi di kedua ladang minyak.
Di sisi lain, data pelacakan kapal menunjukkan diesel Rusia untuk pertama kalinya sejak Moskow dan Washington mencapai kesepakatan ekspor tengah menuju New York.
Trump mengumumkan kesepakatan tersebut pada bulan ini sebagai bagian dari upaya menekan harga diesel yang melonjak menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November. (Aldo Fernando)