sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Terus Mendaki, Saham ENRG hingga MEDC Naik Lagi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
23/07/2026 09:32 WIB
Saham sektor minyak dan gas (migas) melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (23/7/2026).
Harga Minyak Terus Mendaki, Saham ENRG hingga MEDC Naik Lagi. (Foto: Magnific)
Harga Minyak Terus Mendaki, Saham ENRG hingga MEDC Naik Lagi. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham sektor minyak dan gas (migas) melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (23/7/2026), seiring lonjakan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.24 WIB, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat 4,97 persen ke Rp1.585 per unit.

Penguatan juga terjadi pada PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) yang naik 5,44 persen ke Rp155 per unit, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menguat 2,91 persen ke Rp5.150 per unit, serta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang bertambah 2,27 persen.

Selain itu, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 1,45 persen, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 1,35 persen, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) bertambah 0,53 persen.

Sentimen positif datang dari harga minyak mentah dunia yang kembali melonjak lebih dari 1,5 persen ke level tertinggi dalam lebih dari enam pekan.

Harga minyak Brent naik USD1,93 atau 2 persen menjadi USD96 per barel, setelah sehari sebelumnya ditutup melonjak lebih dari USD3 ke level USD94,07 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik USD1,44 atau 1,7 persen menjadi USD88,27 per barel, setelah menguat hampir 3 persen pada perdagangan Rabu.

Kenaikan harga minyak dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah.

Melansir dari Reuters, militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan untuk malam ke-12 berturut-turut terhadap Iran, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Teheran menyerang kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menyatakan sebuah kapal tanker minyak terbakar akibat ledakan saat mencoba melintasi jalur yang disebut telah dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz. Dua kapal tanker lainnya dilaporkan berbalik arah.

Iran juga mengklaim telah menguasai dan menutup sepenuhnya Selat Hormuz selama operasi militer AS masih berlangsung di kawasan.

Teheran memperingatkan tidak ada kapal tanker yang diizinkan melintas tanpa koordinasi dengan Iran.

Situasi semakin memanas setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengancam akan menargetkan kapal-kapal pengangkut minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb.

Kelompok tersebut juga mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement