Dari sisi global, gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih tergolong rapuh. Perundingan yang berlangsung di Islamabad pada 11–12 April berakhir tanpa kesepakatan, dengan isu utama terkait program nuklir Iran.
Selain itu, jalur strategis Selat Hormuz masih belum sepenuhnya pulih. Arus kapal yang melintas baru berkisar 3-16 kapal per hari, jauh di bawah kondisi normal sebelum konflik yang mencapai 130-160 kapal per hari.
Sekitar 230 kapal tanker minyak dilaporkan masih mengantre di kawasan Teluk, mencerminkan gangguan pasokan yang signifikan.
Di pasar komoditas, harga minyak jenis Brent crude sempat melonjak hingga sekitar USD117 per barel, sebelum turun ke kisaran USD100 pasca gencatan senjata.
Namun, harga kembali menguat ke level USD103-USD105 per barel seiring belum dibukanya kembali Selat Hormuz secara penuh.