IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (7/10/2026), seiring pergerakan teknikal yang mulai menunjukkan perbaikan.
"Indeks telah mampu melewati dynamic resistance di area 6.175 dan ditutup menguat 1,42 persen ke level 6.205,67, meskipun saat ini masih menghadapi resistance klasik yang cukup kuat di sekitar 6.210," ujar Research Analyst PT Bumiputera Sekuritas Muhammad Thoriq Fadilla dalam risetnya.
Secara tren, kata dia, IHSG masih berada dalam fase bearish untuk jangka menengah. Namun, mulai membentuk technical rebound setelah bertahan dari area support.
Menurutnya, momentum juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari stochastic yang membentuk bullish crossover dari area oversold, sementara MACD masih berada di zona negatif meski tekanan bearish mulai berkurang.
Dengan demikian, sinyal teknikal yang dominan saat ini adalah rebound dari support disertai keberhasilan indeks merebut kembali area 6.175–6.200.
"Selama IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan masih terbuka menuju resistance berikutnya di kisaran 6.280–6.335, kemudian 6.370 apabila momentum beli berlanjut," katanya.
Sebaliknya, skenario rebound mulai melemah apabila IHSG kembali turun di bawah 6.120, yang dapat membuka risiko pengujian ulang support di area 6.020 hingga 5.931.
Berikut ini menu saham pilihan untuk perdagangan hari ini, Rabu, 7 Oktober 2026:
ADMR — Peluang Rebound
ADMR masih dalam tren bearish, namun mulai pulih setelah ditutup di Rp1.510. Harga sudah di atas EMA 5 Rp1.484 dan EMA 10 Rp1.498, tetapi masih di bawah EMA 50 Rp1.563.
Momentum membaik dengan bullish crossover stochastic dan tekanan negatif MACD yang mulai berkurang. Saat ini harga mulai menguji resistance Rp1.540–Rp1.570.
Proyeksi: berpeluang rebound menuju Rp1.540–Rp1.570 selama bertahan di atas Rp1.485–Rp1.500. Jika turun di bawah Rp1.465, koreksi berpotensi berlanjut ke Rp1.420–Rp1.440.
INDY — Menguat Terbatas
INDY mulai menunjukkan bias bullish dalam fase sideways setelah naik 5,45 persen ke Rp2.710. Harga telah berada di atas EMA 5 Rp2.630, EMA 10 Rp2.647, dan EMA 50 Rp2.654.
Stochastic membentuk bullish crossover, sementara tekanan bearish MACD mulai mereda. Harga telah melewati cluster EMA dan kini mendekati resistance Rp2.780.
Proyeksi: berpeluang menguat terbatas menuju Rp2.780–Rp2.860 selama bertahan di atas Rp2.630–Rp2.654. Jika turun di bawah Rp2.630, koreksi dapat mengarah ke Rp2.560–Rp2.600.
DEWA — Peluang Rebound
DEWA masih dalam tren bearish jangka menengah, namun mulai rebound setelah naik 5,20 persen ke Rp364. Harga sudah di atas EMA 5 Rp350 dan EMA 10 Rp354, tetapi masih di bawah EMA 50 Rp395.
Momentum membaik seiring MACD berbalik naik dari area negatif, stochastic menguat, dan volume meningkat. Harga saat ini mengarah ke resistance Rp384–Rp395.
Proyeksi: peluang rebound masih terbuka menuju Rp384–Rp395 selama bertahan di atas support Rp346. Breakout di atas Rp395 akan memperkuat sinyal pemulihan.
MAPI — Menguat Terbatas
MAPI menunjukkan bias bullish setelah naik 4,03 persen ke Rp1.550. Harga berada di atas EMA 5 Rp1.517, EMA 10 Rp1.507, dan EMA 50 Rp1.484, dengan EMA 5 sudah di atas EMA 10.
MACD masih positif dan volume meningkat, sementara stochastic berada di area tinggi sehingga risiko profit taking mulai muncul. Harga kini mendekati resistance Rp1.580.
Proyeksi: berpeluang menguat terbatas menuju Rp1.580–Rp1.625 selama bertahan di atas Rp1.470–Rp1.485, meski potensi konsolidasi jangka pendek tetap perlu dicermati.
(Dhera Arizona)