Dalam skenario terburuk (worst-case scenario), MNC Sekuritas mengindikasikan IHSG telah menyelesaikan gelombang koreksi wave [iv] dan berpotensi melanjutkan penurunan pada wave [v]. Dalam skenario tersebut, IHSG berpotensi bergerak menuju rentang 4.766-5.052.
Rentang tersebut menjadi salah satu proyeksi penurunan yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual berlanjut dan IHSG gagal bertahan di area penopang jangka pendeknya.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan volatilitas pasar masih akan tinggi.
Pelaku pasar perlu mencermati respons IHSG setelah perdagangan kembali dibuka, potensi arus keluar dana asing, pergerakan rupiah, serta perkembangan reformasi pasar modal.
BRI Danareksa juga mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan secara reaktif dan tetap memprioritaskan manajemen risiko di tengah kondisi pasar yang bergejolak.