Dari sisi domestik, pelemahan rupiah turut menjadi faktor penekan. Mata uang Garuda bergerak melemah dari kisaran Rp17.000 ke level terendah Rp17.300 per USD, dipicu kombinasi sentimen global dan arus keluar modal asing.
Selain itu, saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik Grup Barito dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) besutan Sinarmas ikut membebani pergerakan indeks.
Kekhawatiran pasar terhadap potensi keluarnya saham-saham tersebut dari indeks global maupun indeks utama domestik menjadi salah satu pemicunya.
Secara teknikal, BRI Danareksa melihat IHSG menghadapi resistance kuat di area 7.650-7.750, sementara support terdekat berada di level 7.500. Jika level tersebut ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan penurunan menuju area gap di kisaran 7.300-7.305.
“Selama IHSG belum mampu kembali ke atas 7.650, tren jangka pendek masih berada dalam fase bearish consolidation,” tulis BRI Danareksa. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.