sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Turun 2 Persen, Investor Waspada Jelang Agenda Besar

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
18/06/2026 09:42 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2 persen pada perdagangan Kamis (18/6/2026).
IHSG Turun 2 Persen, Investor Waspada Jelang Agenda Besar. (Foto: MNC Media)
IHSG Turun 2 Persen, Investor Waspada Jelang Agenda Besar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2 persen pada perdagangan Kamis (18/6/2026) seiring investor mulai mengurangi agresivitas di pasar menjelang sejumlah agenda besar.

Setelah sempat berusaha rebound dari tekanan aksi jual asing, pelaku pasar kini menanti keputusan Bank Indonesia (BI) dan hasil evaluasi MSCI yang menjadi penentu penting bagi prospek pasar saham Indonesia.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.36 WIB, IHSG merosot 2,02 persen ke 6.094,89, dengan nilai transaksi Rp5,75 triliun dan volume perdagangan 5,83 miliar saham.

Sebanyak 447 saham turun, 162 naik, dan 350 sisanya stagnan.

Saham big cap macam PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), bank besar, dan konglomerat kenamaan menjadi pemberat utama indeks pagi ini.

Investor pasar saham domestik cenderung mengambil sikap hati-hati menjelang sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi arah IHSG dalam waktu dekat.

Phintraco Sekuritas menyebut beberapa agenda yang menjadi perhatian pasar, mulai dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini, Kamis (18/6/2026), evaluasi Global Market Accessibility Review MSCI pada Jumat (19/6), rebalancing indeks FTSE pada Jumat (19/6), hingga MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni.

Dalam riset harian edisi 18 Juni 2026, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah pada rentang 6.100-6.350.

Secara teknikal, indikator MACD IHSG masih menunjukkan penguatan dengan pelebaran histogram positif.

Namun, indikator Stochastic RSI telah membentuk death cross di area jenuh beli (overbought), sehingga ruang penguatan indeks dinilai mulai terbatas.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah. Pada perdagangan 17 Juni 2026, rupiah tercatat melemah 0,21 persen ke level Rp17.762 per USD di pasar spot.

Perhatian investor berikutnya tertuju pada keputusan suku bunga BI.

Berdasarkan konsensus pasar, BI diperkirakan masih berpotensi menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Namun, pandangan ekonom masih terbagi antara mempertahankan suku bunga maupun kembali menaikkannya.

Phintraco Sekuritas menyebut sejumlah faktor dapat menjadi pertimbangan BI untuk menahan suku bunga, antara lain meredanya ketegangan geopolitik, penurunan harga minyak mentah, serta berkurangnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.

Selain itu, BI sebelumnya telah melakukan kenaikan suku bunga secara agresif.

Meski demikian, fokus utama BI terhadap stabilitas nilai tukar rupiah masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan. Kebijakan tersebut dinilai tetap diperlukan apabila tekanan terhadap rupiah kembali meningkat.

Selain keputusan BI, pelaku pasar juga mencermati hasil evaluasi MSCI yang akan menjadi salah satu penentu sentimen terhadap pasar saham Indonesia. Phintraco Sekuritas melihat terdapat tiga skenario yang mungkin terjadi.

Skenario pertama, apabila MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market namun tetap membekukan penambahan saham Indonesia ke indeks MSCI, dampaknya diperkirakan relatif netral dengan kecenderungan positif terhadap IHSG.

Skenario kedua, apabila MSCI menurunkan status Indonesia menjadi frontier market, pasar berpotensi mendapat tekanan akibat kemungkinan arus keluar dana asing (capital outflow) dan meningkatnya kekhawatiran investor domestik.

Sementara itu, skenario ketiga menjadi katalis positif bagi pasar. Jika MSCI tetap mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market sekaligus meningkatkan bobot Indonesia karena adanya perbaikan aksesibilitas dan transparansi pasar, IHSG berpeluang melanjutkan fase pemulihan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement