IDXChannel – Saham-saham perbankan Indonesia dinilai sudah berada di level valuasi yang menarik setelah terkoreksi cukup dalam.
Namun, tekanan likuiditas yang belum mereda membuat ruang penguatan sektor ini masih terbatas dalam jangka pendek.
Analis Indo Premier Sekuritas, Jovent Muliadi dan Axel Azriel, dalam riset yang diterbitkan pada 30 Juli 2026 menilai sektor perbankan memang telah mencerminkan berbagai risiko, mulai dari perlambatan pertumbuhan kredit, penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM), hingga meningkatnya porsi kredit kepada pihak berelasi.
Meski demikian, pasar dinilai belum sepenuhnya memperhitungkan potensi penurunan kualitas aset yang dapat muncul akibat ketatnya likuiditas.
Menurut Indo Premier, tekanan likuiditas diperkirakan belum mereda dalam waktu dekat karena belum ada kepastian kapan pemerintah akan menarik kembali Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di perbankan.