Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi penyaluran kredit sekitar Rp240 triliun kepada Agrinas untuk program Koperasi Desa (Kopdes) dengan bunga sekitar 6 persen yang dijamin oleh APBN.
Indo Premier juga mencatat kredit pihak berelasi yang baru dibukukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada kuartal II-2026 tetap menggunakan bunga sekitar 5 persen, meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin.
Kondisi tersebut dinilai dapat menggerus kinerja laba perbankan karena bunga kredit yang lebih rendah, biaya kredit yang lebih tinggi, serta peluang cross-selling yang lebih terbatas.
Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, valuasi sektor perbankan dinilai sudah sangat murah.
Saat ini, sektor diperdagangkan pada price to book value (PBV) sekitar 1,5 kali dan price to earnings ratio (PER) sekitar 8,1 kali untuk proyeksi 2026, jauh di bawah rata-rata 10 tahun masing-masing sebesar 2,2 kali dan 14,3 kali.