sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Pasar Cermati Reshuffle Kabinet Prabowo

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
01/10/2026 15:12 WIB
ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (1/10/2026), di tengah perhatian pasar terhadap perombakan Kabinet Merah Putih.
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Pasar Cermati Reshuffle Kabinet Prabowo. (Foto: MNC Media)
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Pasar Cermati Reshuffle Kabinet Prabowo. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (1/10/2026), di tengah perhatian pasar terhadap perombakan Kabinet Merah Putih serta sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis hari ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.58 WIB, IHSG melemah 1,55 persen ke level 5.976,96.

Nilai transaksi mencapai Rp7,92 triliun dengan volume perdagangan 26,04 miliar saham. Sebanyak 553 saham turun, 172 saham naik, dan 238 saham lainnya stagnan.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat indeks, termasuk PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), sejumlah saham konglomerasi, serta saham-saham perbankan besar.

Di pasar valuta asing, rupiah turut melemah 0,40 persen ke level Rp17.966 per USD pada Kamis (1/10/2026) pukul 15.04 WIB.

Di sisi politik dan kebijakan, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026), dengan sejumlah perubahan pada posisi ekonomi, hilirisasi, energi, hingga keamanan.

Untuk menyebut beberapa, dalam perombakan tersebut, Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, sedangkan Muhammad Sarmuji dipercaya sebagai Menteri Perindustrian.

Arrmanatha Nasir ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurahman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Sugiono dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dari sisi ekonomi, perhatian investor juga tertuju pada rilis sejumlah indikator domestik. BRI Danareksa Sekuritas menyoroti data inflasi September serta neraca perdagangan Agustus sebagai sentimen yang perlu dicermati pasar.

S&P Global Manufacturing PMI Indonesia naik menjadi 52,4 pada September 2026 dari 49,8 pada Agustus.

Angka tersebut kembali membawa aktivitas manufaktur ke zona ekspansi sekaligus menjadi level tertinggi sejak Februari 2026.

Perbaikan tersebut ditopang kenaikan output dan pesanan baru yang tumbuh pada laju tercepat sejak Februari. Permintaan ekspor juga meningkat untuk bulan kedua berturut-turut dan mencatat pertumbuhan terkuat sejak Mei 2022.

Perekrutan tenaga kerja turut meningkat pada laju tercepat sejak Februari 2025.

Di sisi harga, tekanan biaya input melambat ke level terendah dalam enam bulan. Inflasi harga output juga turun ke level terendah enam bulan, sementara keyakinan pelaku usaha terhadap prospek produksi tetap berada di wilayah positif.

Sementara itu, inflasi September 2026 tercatat 0,30 persen secara bulanan. Secara tahunan, inflasi mencapai 3,28 persen, sedangkan inflasi tahun kalender berada di level 2,17 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi September dengan inflasi 0,88 persen dan andil 0,26 persen. Tekanan harga terutama berasal dari kenaikan BBM nonsubsidi, daging ayam ras, dan cabai.

Di sisi fiskal, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi 2027 dengan estimasi anggaran awal sekitar Rp31 triliun.

Stimulus tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli, memperluas lapangan kerja, dan menopang pertumbuhan ekonomi.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tekanan. Namun, indeks mulai memasuki area support Fibonacci di sekitar 6.019, dengan support berikutnya di 5.854.

Indikator MACD masih menunjukkan kondisi bearish sehingga rebound IHSG belum terkonfirmasi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement