sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Turun Lebih dari 2 Persen ke Bawah 5.000, Simak Area Support Penting

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
03/11/2026 11:29 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (3/11/2026), bahkan kembali menembus level psikologis 5.000.
IHSG Turun Lebih dari 2 Persen ke Bawah 5.000, Simak Area Support Penting. (Foto: MNC Media)
IHSG Turun Lebih dari 2 Persen ke Bawah 5.000, Simak Area Support Penting. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (3/11/2026), bahkan kembali menembus level psikologis 5.000 seiring tekanan jual yang meluas di pasar saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.22 WIB, IHSG turun 2,21 persen ke level 4.984,26.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,55 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 11,66 miliar saham.

Tekanan jual terlihat merata dengan 606 saham melemah, sementara hanya 136 saham menguat dan 221 saham lainnya bergerak stagnan.

Dengan penurunan tersebut, IHSG telah terkoreksi 7,26 persen dalam sepekan terakhir. Secara bulanan, tekanan bahkan mencapai 17,48 persen.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama indeks.

BRPT turun 6,25 persen, TPIA melemah 5,20 persen, TLKM turun 5,10 persen, ASII terkoreksi 3,09 persen, SMMA turun 2,66 persen.

Kemudian, kuartet bank besar ikut memerah. Sebut saja, saham BBRI melemah 2,48 persen, BMRI turun 1,08 persen, BBCA terkoreksi 1,00 persen, dan BBNI turun 0,61 persen.

Di tengah tekanan tersebut, ruang pelemahan IHSG masih terbuka secara teknikal.

Maybank Sekuritas menilai, pada Selasa (3/11), IHSG berpotensi telah menyelesaikan wave [ii] di level 5.321 dan kini melanjutkan koreksi dalam pembentukan wave [iii]. Target ideal koreksi berada pada Fibonacci projection (FP) 1,618 persen di level 4.855.

Dalam kerangka waktu yang lebih besar, IHSG juga dinilai berpotensi berada pada wave 5 dari wave (A), dengan target di kisaran 4.850 hingga 4.367.

Untuk perdagangan hari ini, berdasarkan pivot point, IHSG memiliki area support di 5.010 dan 4.923, sementara resistance berada di 5.154 dan 5.212.

BRI Danareksa Sekuritas mencatat indikator Relative Strength Index (RSI) IHSG telah turun ke level 29,67 atau memasuki area oversold.

Namun, kondisi oversold belum menjadi sinyal bahwa tekanan jual telah berakhir. Posisi IHSG yang masih jauh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) di level 6.846 menunjukkan tren utama pasar masih berada dalam tekanan bearish.

Untuk perdagangan jangka pendek, BRI Danareksa menempatkan area 5.027-4.962 sebagai rentang support yang perlu dipertahankan.

Tekanan pasar juga masih dibayangi ketidakpastian terkait indeks global.

Investor terus mencermati langkah MSCI setelah pengumuman pada pertengahan Oktober yang membuka konsultasi terkait potensi perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Memasuki November, perhatian pasar juga mulai bergeser ke dampak implementasi kebijakan Bursa Efek Indonesia yang mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks. Saham-saham tersebut sebelumnya memiliki bobot gabungan sekitar 18 persen terhadap IHSG.

Dari sisi domestik, inflasi Indonesia pada Oktober melandai menjadi 3,23 persen secara tahunan. Sementara itu, neraca perdagangan September masih mencatat surplus US$3,36 miliar, meski menyusut dari USD3,55 miliar pada Agustus.

Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah agenda ekonomi global dan domestik. Pasar akan mencermati pemilu sela Amerika Serikat (AS) serta rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) pada malam ini.

Dari dalam negeri, data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 yang akan dirilis pada 5 November juga menjadi perhatian, dengan konsensus pertumbuhan berada di level 5,0 persen secara tahunan.

Selain itu, data tenaga kerja AS atau nonfarm payrolls (NFP) yang dijadwalkan dirilis pada 6 November turut menjadi katalis penting bagi arah pasar dalam beberapa hari ke depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement