Kerja sama berkelanjutan ini mencerminkan peran IIF yang konsisten dalam mendukung pengembangan aset energi terbarukan di dalam negeri. Sebagai katalis pembangunan infrastruktur, IIF berperan komplementer dengan industri keuangan untuk memperluas pembiayaan ke berbagai sektor infrastruktur.
Pada awal 2026 ini, IIF telah menyalurkan pembiayaan untuk proyek di sektor kesehatan dan pelabuhan. Saat ini, pipeline transaksi IIF juga mencakup sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital.
"Melalui peran ini, kami turut mendukung pertumbuhan dan pendalaman pasar modal Indonesia dengan memungkinkan proyek-proyek yang kredibel dan bankable mengakses sumber pendanaan yang lebih luas," ujar Rizki.
Melalui kolaborasi ini, IIF bertujuan memperkuat kemitraan dalam pembiayaan energi terbarukan serta mendorong partisipasi pasar keuangan yang lebih besar dalam agenda infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
(taufan sukma)