Perhatian investor selanjutnya tertuju pada Federal Open Market Committee (FOMC) yang memulai rapat dua hari mulai har ini. Pasar memperkirakan peluang sekitar 90 persen kenaikan suku bunga yang akan menjadi kenaikan pertama The Fed sejak pertengahan 2023.
Morgan Stanley memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu dan kembali menaikkannya pada Desember 2026.
"Meskipun inflasi terus melambat, kejutan kenaikan terbaru menunjukkan bahwa laju disinflasi berjalan lebih lambat dan kurang meyakinkan dari yang kemungkinan dibutuhkan The Fed," kata analis Morgan Stanley dalam laporan.
Di pasar saham, indeks saham Asia melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya setelah sejumlah tokoh utama industri kecerdasan buatan (AI) menyerukan perlambatan pengembangan teknologi tersebut. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,8 persen, dengan Korea Selatan memimpin pelemahan sebesar 1,18 persen. Taiwan turun 0,43 persen, sementara Nikkei Jepang melemah 0,32 persen setelah sempat bergerak di zona positif.
Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen pada akhir rapat dua hari pada Jumat. Bank sentral Jepang juga diperkirakan memperketat kebijakan lebih lanjut untuk menopang yen setelah intervensi sebelumnya membantu menjauhkan mata uang tersebut dari level terendah dalam 40 tahun.