NPS akan menggunakan dana itu untuk belanja modal, termasuk pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi, peralatan, dan perlengkapan. Hal tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.
Dalam rincian yang dipaparkan perseroan, kebutuhan belanja modal NPS yang mencapai Rp191 miliar di antaranya untuk membeli 1 line machine Tannis 400 Compact senilai Rp106 miliar dan 1 line extruder machine 450 kg senilai Rp61 miliar. Kedua mesin tersebut diimpor dari Eropa.
Kemudian, sebanyak 18,36 persen akan digunakan perseroan untuk belanja modal sekitar Rp96 miliar. Penyaluran dana ini termasuk pembelian dan instalasi mesin produksi yang sebagian diimpor dari China dan dibeli dari lokal, guna meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik.
Lalu, 10,63 persen digunakan untuk membayar sebagian pokok utang jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Utang yang dibayarkan mencapai Rp40 miliar, sehingga sisa saldo kewajiban utang tersebut Rp54 miliar.
Kemudian sisanya 19,97 persen akan dipakai untuk modal kerja yang meliputi pembelian bahan baku, biaya operasional dan kegiatan pemasaran dalam rangka mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan usaha.