sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi AS Melandai, Wall Street Dibuka Menguat

Market news editor Desi Angriani
30/09/2026 21:30 WIB
Indeks harga PCE utama naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan.
Inflasi AS Melandai, Wall Street Dibuka Menguat (Foto: dok AP)
Inflasi AS Melandai, Wall Street Dibuka Menguat (Foto: dok AP)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (30/9/2026) waktu setempat setelah data inflasi personal consumption expenditures (PCE) AS lebih rendah dari perkiraan pasar.

Melansir Investing, indeks S&P 500 dibuka naik 0,3 persen ke level 7.692,86. Sementara itu, indeks teknologi Nasdaq Composite menguat 0,5 persen menjadi 26.941,18 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,1 persen ke posisi 51.406,25.

Data Bureau of Economic Analysis (BEA) menunjukkan indeks harga PCE utama naik 0,3 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 3,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2026.

Angka tersebut lebih tinggi dari kenaikan bulanan 0,1 persen pada Juli, sementara inflasi tahunan tetap 3,4 persen. Namun, realisasi tersebut masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen secara bulanan dan 3,7 persen secara tahunan.

Pada komponen inti yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, PCE meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 3 persen secara tahunan. Angka tersebut berada di bawah konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan masing-masing 0,3 persen dan 3,3 persen.

Data inflasi tersebut menjadi perhatian investor di tengah kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury yang telah mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. 

Kenaikan yield turut meningkatkan biaya pendanaan dan dipengaruhi kekhawatiran terhadap inflasi energi, kebutuhan penerbitan utang perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), sinyal hawkish The Fed, serta meningkatnya beban fiskal AS.

The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga pada September untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan mengisyaratkan kemungkinan pengetatan kebijakan lanjutan.

Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober sempat meningkat setelah keputusan September, didorong pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed serta tekanan di pasar obligasi.

Namun, ekspektasi tersebut mulai mereda setelah Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan pada Selasa (29/9/2026) bahwa tidak ada urgensi untuk segera kembali menaikkan suku bunga.

Data PCE yang lebih rendah dari perkiraan semakin menekan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober turun menjadi sekitar 37 persen, dari sekitar 49 persen sehari sebelumnya.

Investor Menanti Kinerja Micron

Dari sisi korporasi, perhatian investor beralih ke sektor teknologi menjelang laporan keuangan Micron Technology Inc. (MU) yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan.

Micron diperkirakan mencatat pertumbuhan laba yang signifikan secara tahunan. Pendapatan perseroan diproyeksikan melonjak sekitar 350 persen menjadi USD50,45 miliar, sementara laba per saham (earnings per share/EPS) diperkirakan meningkat menjadi USD31,16 dari USD3,03 pada periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan proyeksi Investing.com.

Selain kinerja kuartal IV fiskal, investor akan mencermati prospek bisnis Micron untuk kuartal-kuartal berikutnya, termasuk komentar manajemen mengenai keberlanjutan permintaan chip memori yang didorong oleh perkembangan AI.

Micron bersama Samsung Electronics dan SK Hynix merupakan salah satu produsen chip memori terbesar di dunia dan kinerjanya kerap menjadi indikator bagi prospek industri semikonduktor.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement