IDXChannel – Sejumlah investor pasar modal bakal meraup cuan pada hari ini, Rabu (24/6/2026). Itu lantaran ada 13 emiten yang siap membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham.
Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), 13 emiten menjadwalkan pembayaran dividen tunai pada 24 Juni 2026. Pembagian dividen tersebut berasal dari laba tahun buku 2025 yang telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) masing-masing perusahaan.
Bagi investor, informasi dividen menjadi salah satu perhatian utama karena mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba sekaligus komitmen manajemen dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
Simak sejumlah emiten yang membagikan dividen tunai pada hari ini:
PGAS Bagikan 80 Persen Laba Bersih
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) membagikan dividen tunai sebesar USD172,29 juta atau setara Rp125,60 per saham. Nilai tersebut mencapai 80 persen laba bersih tahun buku 2025 yang diperkirakan mencapai USD215,36 juta. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 24 Juni 2026.
MERK Tebar Dividen Rp275 per Saham
PT Merck Tbk (MERK) menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp123,2 miliar atau setara Rp275 per saham, berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada 25 Mei 2026.
Dividen ini berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp243,90 miliar, sehingga perusahaan membagikan sekitar 50,5 persen dari laba bersih kepada pemegang saham yang dibayarkan pada 24 Juni 2026.
KLBF Bagikan Dividen Rp20 per Saham
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meruap laba bersih sebesar Rp3,7 triliun pada 2025 . Dalam RUPST yang digelar 21 Mei 2026 lalu, pemegang saham perseroan memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp20 per saham dengan total mencapai Rp936,26 miliar, sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan.
KINO Bagikan Dividen Rp45 per Saham
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) siap membayarkan dividen tunai sebesar Rp45 per saham atau senilai Rp62,05 miliar pada 24 Juni 2026.
Pembagian dividen ini berasal dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp123,70 miliar pada tahun buku 2025. Adapun, keputusan tersebut diambil dalam RUPST per21 Mei 2026.