Ketiga, pengelolaan Likuiditas Perekonomian adalah memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan sektor riil, termasuk merespons dinamika perebutan dana yang memicu kenaikan beban biaya dana (cost of fund).
Keempat yakni pengendalian Inflasi dengan memperkuat koordinasi penanganan inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID). Kelima, pendalaman Pasar Keuangan yakni mempercepat pendalaman pasar uang demi memperlancar transmisi kebijakan serta memperluas basis pembiayaan pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi melemah dalam rentang Rp17.900-Rp17.950 per USD.
(NIA DEVIYANA)