Per 31 Desember 2025, IBST memiliki 3.204 menara telekomunikasi, 5.756 penyewaan menara (tenancy), rasio penyewaan menara sebesar 1,8 kali dan aset serat optik sepanjang 19.458 kilometer.
Dari sisi sebaran aset, wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara menjadi kontributor terbesar dengan 1.845 menara dan 10.725 kilometer serat optik.
Selain itu, IBST juga diketahui memiliki 650 menara dan sepanjang 1.685 kilometer serat optik di DKI Jakarta, sebanyak 453 menara dan 4.909 kilometer serat optik di Pulau Sumatera, sebanyak 208 menara dan sepanjang 1.764 kilometer serat optik di Sulawesi, serta sebanyak 48 menara dan 375 kilometer serat optik di Pulau Kalimantan.
(taufan sukma)