Sementara itu, data OECD-FAO menunjukkan bahwa konsumsi per kapita untuk daging sapi dan ayam di Indonesia pada 2025 masing-masing baru mencapai 1,69 kg/kapita dan 8,76 kg/kapita.
Angka ini jauh lebih rendah dibanding negara tetangga di ASEAN, sehingga ruang tumbuhnya masih sangat luas.
"Peningkatan PDB per kapita menunjukkan perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia, artinya konsumsi protein Indonesia diprediksi dapat meningkat lebih cepat," tutur dia.
Melalui aksi korporasi ini, perseroan menargetkan penambahan modal kerja yang akan difokuskan pada peningkatan utilisasi fasilitas produksi yang diharapkan dapat mendorong volume
produksi dan penjualan.
Selain itu, perseroan berencana memperbaiki neraca, terutama mengurangi utang. Hingga akhir 2025, liabilitas WMPP mencapai Rp4,04 triliun, sedangkan ekuitas hanya Rp255 miliar.
"Perseroan meyakini bahwa penguatan struktur permodalan melalui aksi korporasi ini akan menciptakan fleksibilitas keuangan dan memperkuat fundamental bisnis yang tercermin dari perbaikan arus kas dan profitabilitas Perseroan," katanya.
(DESI ANGRIANI)