Kondisi tersebut menunjukkan tekanan inflasi dan aktivitas ekonomi yang relatif kuat masih dapat menjaga kebijakan moneter global tetap ketat.
Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate pada 5,75 persen pada Oktober 2026, sementara Deposit Facility Rate dinaikkan 25 basis poin menjadi 5,00 persen untuk mendukung stabilitas rupiah.
Namun, rupiah masih melemah hingga ditutup pada level Rp18.132 per USD pada akhir Oktober.
Inflasi domestik sedikit melandai menjadi 3,23 persen secara tahunan pada Oktober dari 3,28 persen pada September, tetapi inflasi pangan meningkat menjadi 4,82 persen akibat tekanan pasokan yang berkaitan dengan El Niño.
Di sisi lain, PMI manufaktur Indonesia menguat menjadi 54,0 pada Oktober, level tertinggi sejak Maret 2024. Neraca perdagangan juga masih mencatat surplus USD3,36 miliar pada September.