
Percepat Transformasi TLKM 30
Telkom terus menjalankan transformasi melalui inisiatif strategis TLKM 30 yang mencakup empat pilar, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses dan kualitas layanan, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, mengoptimalkan nilai aset melalui monetisasi dan kolaborasi strategis, serta memperkuat peran Telkom sebagai strategic holding.
Dalam pilar Operational & Service Excellence, TelkomGroup menjaga disiplin pengelolaan biaya dan arus kas untuk mendukung efisiensi operasional, keberlanjutan investasi, serta kualitas layanan. Pengelolaan arus kas tetap dijaga di tengah penyesuaian pembayaran operasional dan karyawan, termasuk pembayaran terkait program pensiun dini (Early Retirement Program/ERP) guna mendorong struktur organisasi yang lebih efektif dan produktif.
Pada pilar Streamlining, hingga kuartal III-2026 Telkom telah merampungkan penataan 14 entitas, terdiri dari divestasi tiga entitas, penutupan sembilan entitas, serta penggabungan dua entitas. Dari sisi investasi, TelkomGroup merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp15,7 triliun dengan rasio capex terhadap pendapatan sebesar 13,8 persen. Sebanyak 94,3 persen capex dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure guna memperluas kapabilitas konektivitas digital.
Nanang mengatakan, penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membangun organisasi yang lebih ramping, sederhana, dan adaptif.
"Melalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, dengan streamlining sebagai prioritas utama tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile, serta semakin fokus pada bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.