sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Koreksi IHSG usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI Dinilai Masih Wajar

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
27/07/2026 10:50 WIB
Koreksi yang berpotensi terjadi pada IHSG pasca pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai masih tergolong wajar.
Koreksi IHSG usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI Dinilai Masih Wajar. (Foto IDX Channel)
Koreksi IHSG usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI Dinilai Masih Wajar. (Foto IDX Channel)

IDXChannel - Koreksi yang berpotensi terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai masih tergolong wajar. Dengan catatan, selama indeks mampu bertahan di atas level support 6.060.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menerangkan, sentimen negatif yang muncul tersebut lebih dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian di pasar akibat pergantian kepemimpinan bank sentral. Artinya, bukan karena memburuknya fundamental ekonomi nasional.

"Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak cenderung melemah dengan kisaran support di level 6.060 dan resistance di level 6.300. Selama IHSG masih bertahan di atas area support 6.060, tekanan yang terjadi diperkirakan masih berupa koreksi yang wajar sebagai respons atas sentimen pasar," kata Hendra dalam pernyataan tertulisnya, Senin (27/7/2026).

Dia menegaskan, pasar keuangan secara umum tidak menyukai ketidakpastian, terlebih ketika terjadi pergantian pucuk pimpinan bank sentral yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah suku bunga, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, hingga memastikan stabilitas sistem keuangan.

Di saat yang sama, sentimen tersebut juga diperkuat oleh berbagai faktor global, seperti pelaku pasar yang menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC), tingginya volatilitas pasar keuangan global, serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong investor mengambil sikap wait and see.

Menurut Hendra, stabilitas pasar juga tercermin dari pergerakan rupiah yang masih relatif terkendali di kisaran Rp17.953 per USD atau melemah sekitar 0,23 persen. Hal tersebut menunjukkan pelaku pasar belum memberikan respons berlebihan terhadap kabar pengunduran diri Perry Warjiyo.

Dari sisi teknikal, Hendra mengingatkan level 6.060 menjadi area penting yang harus dipertahankan IHSG. Apabila level tersebut ditembus bersamaan dengan meningkatnya tekanan jual dan arus keluar dana asing, peluang koreksi yang lebih dalam akan semakin terbuka.

"Namun, apabila level tersebut ditembus disertai meningkatnya tekanan jual dan arus keluar dana asing, maka peluang pelemahan yang lebih dalam akan semakin terbuka," katanya.

Di sisi lain, dia melihat masih ada faktor positif yang dapat membatasi pelemahan pasar. Harga minyak mentah Brent yang turun sekitar 4,5 persen ke kisaran USD87 per barel dinilai dapat meredakan tekanan inflasi global dan mengurangi risiko kenaikan biaya energi, termasuk bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, Hendra memperkirakan tekanan terhadap IHSG tidak akan terlalu dalam selama level support 6.060 tetap mampu dipertahankan dan transisi kepemimpinan di Bank Indonesia berjalan lancar tanpa mengubah arah kebijakan moneter secara signifikan.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement