"Kami melihat ada dua titik masuk investasi yang sangat menarik," kata Chenlim, merujuk pada pasar saham dan rupiah.
Menurut dia, valuasi aset Indonesia saat ini sudah cukup murah.
Namun, investor tetap disarankan menerapkan pendekatan ala Warren Buffett dengan memilih emiten yang memiliki tata kelola perusahaan yang baik, neraca keuangan yang sehat, arus kas yang kuat, serta kinerja laba yang konsisten.
Chenlim juga mengungkapkan bahwa di tengah derasnya arus keluar dana asing, investor ritel domestik masih menjadi penopang aktivitas perdagangan.
Sementara itu, kata Chenlim, sejumlah investor institusi dari Inggris dan Amerika Serikat (AS) mulai kembali memantau peluang investasi di Indonesia.
"Mereka mencermati Indonesia dengan sangat saksama," ujarnya.
Untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi, Maybank Sekuritas menjagokan saham-saham defensif seperti PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).