Selain itu, perseroan juga membukukan pendapatan atas divestasi entitas asosiasi dan aset keuangan sebesar USD14,23 juta sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolio investasi dan aset Perseroan. Dengan capaian tersebut, perseroan membukukan laba bersih sebesar USD10,94 juta, berbalik dari rugi bersih sebesar USD105,38 juta pada periode yang sama tahun 2025.
Meski membaik, kondisi arus kas perseroan masih tertekan. Arus kas dari aktivitas operasi negatif USD156,9 juta, memburuk bila dibandingkan semester I-2025 yang negatif USD32,8 juta.
Kondisi ini terjadi lantaran kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD631,6 juta tak mampu menutup pembayaran kepada pemasok USD727,4 juta dan karyawan USD35,1 juta.
Namun, perseroan menerima utang jangka pendek USD145 juta, menarik deposito berjangka USD45,4 juta, dan menerima hasil penjualan entitas asosiasi USD16,6 juta. Alhasil, hingga Juni 2026, posisi kas dan setara kas naik USD30,8 juta menjadi USD89,4 juta.
Dengan fundamental operasional dan struktur pendanaan yang terus diperkuat, memasuki semester II, manajemen akan terus berfokus pada peningkatan kinerja operasional, penguatan struktur keuangan, optimalisasi aset, serta pengembangan bisnis untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan.
(Rahmat Fiansyah)